Gallery

Photo AlbumThe Philosopher's CafeMar 19, '08 4:23 AM
for everyone
This is the place where the philosophers 'on the making' share thoughts, jokes, and experiences. I have collected some of the moments there: discussing, holding a class meeting, writing letters, debating a hot topic. The cafe has been so memorial, the second 'home'. Surely, should you need to find the lads, just pick some steps to the Philosopher's cafe, that's what we called it.

Cafe Bunda
  
After meeting
  
Iago & Emilia
  
Letters I wrote to you
  
Millett & Gayatri Spivak
  
Renal & Magex
  
Peirce, Marx, and Eagleton
 4 Comments 
The Lads
  


Comment deleted at the request of the author.
airde wrote on Mar 20
hahahahaha, terlalu mendalami permasalahan
wiseinsimplicity wrote on Mar 20
Hi hi! Nggak abis2 senyum liat gambar ni. Semua pasang ekspresi filsuf kelas kakap.
ivanatm wrote on Mar 22
wekekeke. Filsuf kere. Cuma pesen fanta sebotol huhuhu..dibagi tiga..
airde wrote on Mar 22
bah........ fanta dibagi tiga........... ternyata filsuf sasing unand super kere!

Seingat saya, kalau Gindo ketemu Chandra dan Magex, pasti masalah Darwin melulu, atau sesial2nya masalah marxis..................
marlizayeni wrote on Apr 29
icak-icak serius karena tahu mau di foto
ivanatm wrote on Apr 30
icak-icak serius karena tahu mau di foto
Bukan. Mereka memang gak tau kalo lagi difoto.
Difoto diam-diam, pake zoom. Karena kalo Magek
dan Chandra tau kalo lagi difoto, tampangnya gak begitu.
Snapshot aja.
donnysyofyan wrote on Jul 9
Luar biasa. Cafe macam ini memang menjadi ladang persemaian intellectual exercise bila difollow-up-i secara serius. Hemat saya, studi komparaif terhadap pemikiran Barat amat urgen. Misalnya, disamping mencermati sumber-sumber primer Marxisme dan Darwinisme, pikiran-pikiran Syariati dan Murthadha Muthahhari amat tajam selaku mercusuar kritikan thd Marxisme dan Darwinisme, lantaran dunia ide lekas apkir seiring dengan tingkatan peradaban. Saya lihat hermeneutika demikian bombastis di Indonesia, padahal di sini--Oz--ilmu ini sudah dianggap konvensional. Maka, studi komparatif maupun studi biografis boleh jadi menjadi primadona pengawal gagasan kemanusiaan tetap up-to-date dengan tantangan pragmatisme zaman. Btw, just keep going ahead. Looking at rear view is important, but stepping on the gas and shifting the gear are much more significant.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.