Luar biasa. Cafe macam ini memang menjadi ladang persemaian intellectual exercise bila difollow-up-i secara serius. Hemat saya, studi komparaif terhadap pemikiran Barat amat urgen. Misalnya, disamping mencermati sumber-sumber primer Marxisme dan Darwinisme, pikiran-pikiran Syariati dan Murthadha Muthahhari amat tajam selaku mercusuar kritikan thd Marxisme dan Darwinisme, lantaran dunia ide lekas apkir seiring dengan tingkatan peradaban. Saya lihat hermeneutika demikian bombastis di Indonesia, padahal di sini--Oz--ilmu ini sudah dianggap konvensional. Maka, studi komparatif maupun studi biografis boleh jadi menjadi primadona pengawal gagasan kemanusiaan tetap up-to-date dengan tantangan pragmatisme zaman. Btw, just keep going ahead. Looking at rear view is important, but stepping on the gas and shifting the gear are much more significant.